SEKILAS INFO
: - Thursday, 18-07-2019
  • 2 minggu yang lalu / Segenap managemen SMA Negeri 8 Bekasi mengucapkan selamat kepada siswa-siswi yang telah ditetapkan masuk sebagai siswa-siswi baru SMAN 8 Bekasi tahun pelajaran 2019/2020. Gali dan tunjukkan prestasi Anda di sekolah.
  • 2 bulan yang lalu / Segenap civitas akademika SMA Negeri 8 Kota Bekasi mengucapkan “Selamat kepada putra-putri kelas XII IPA maupun IPS yang telah dinyatakan lulus untuk tahun pelajaran 2018/2019.” Semoga sukses menuju jenjang selanjutnya.
  • 7 bulan yang lalu / Selamat menikmati libur akhir semester. Semoga bisa lebih fresh dan bersemangat saat masuk beraktivitas lagi.
PSIKOLOGI DIDALAM KEHIDUPAN

Mengenal Teori Kecerdasan

 

Oleh: Sugeng Suwagi

Tujuan belajar adalah memberikan penambahan pemahaman bagi pelajar di sekolah dengan pemberian kurikulum yang istimewa untuk mereka, kecerdasan yang dibentuk oleh kurikulum disekolah merupakan cara pengukuran yang dapat dilihat secara praktis. Hal ini kembali kepada praktek kecerdasan dengan menghubungkan kebiasaan seseorang untuk dapat

mengatur atau memanage hari-hari mereka. Pada dasarnya kurikulum meliputi lima makna atau tema yang membantu para pelajar di dalam memperoleh praktek kecerdasan di sekolah :

  • Pengenalan akan ‘kenapa’ , biasanya siswa diminta untu berfikir tentang tujuan pemberian pekerjaan di sekolah ( yaitu tentang apa maksud dari tugas yang dilakukan di rumah). Dan penilaian akan pekerjaan sekolah tersebut bertujuan untuk menghadapi kebiasaan di luar sekolah. ( Yaitu tentang bagaimana tes disekolah dapat membantu dalam mengulang pelajaran untuk tes perbaikan yang dilakukan didalam pertemuan tatap muka ).
  • Mengenal diri. Yaitu memberanikan atau mengenal pelajaran untuk berfikir tentang kekuatan dan kelemahan dengan keterlibatan pada pekerjaan sekolah (PR). Dan pengaruhnya pada aspek kehidupan lainnya.
  • Mengenal perbedaan. Pelajar diminta untuk mengenal kenapa perbedaan bentuk pekerjaan yang perlu dibedakan dalam tipe-tipe kewajiban (yaitu dengan melengkapi permasalahan yang bermacam-macam dan bentuk penyelesaiannya).
  • Mengenal Proses. Pelajar diminta Mengembangkan kesadarannya dalam berbagai tipe permasalahan yang  bersumber pada pemecahan permasalah.
  • Peninjauan kembali. Pelajar diminta untuk  mengenal akan manfaat pengulangan pekerjaan dengan membaca teks atau catatan kembali. Yaitu dengan peninjauan penulisan atau catatan, peninjauan permasalahan kerja dan lainnya.

Dapat kita lihat dari bagaimana masing-masing tipe ini dapat membantu pelajar didalam mengembangkan praktek kecerdasan.

KECERDASAN

Tes IQ merupakan tingkatan yang dapat digunakan dalam pencapaian skor. Hal itu adalah suatu cara yang mudah untuk mengukur perbedaan-perbedaan grup atau golongan yang sesuai dengan ukuran IQ mereka. Di negara-negara berkembang, antara suku dan bangsa menunjukkan komparasi atau hubungan yang sering digunakan di dalam membuktikan akan factor pembawaan, gen, atau keturunan, yang biasanya digolongkan pada hubungan anggota yang minoritas.

Bahkan, beberapa waktu yang lalu kita mendengar salah satu desas-desus yang menjadi keharusan perpolitikan tentang persyaratan IQ bagi jabatan tertentu.

SEJARAH IQ

Sekitar tahun 1900an, ahli psikologi Henry Goddard membentuk tes-tes mental. Yang semuanya adalah imigran/pendatang dan menjadi perhitungan yang efektif.

Beberapa ahli psikologi menginterprestasikan hal ini pada penemuan data statistic sebagai pembentukan para imigran atau pendatang dari daerah selatan dan timur di eropa yang merupakan atau yang mempunyai pengaruh gentik yang lebih rendah. Sama juga terdapat pengaruh yang keras yang berada di daerah barat dan utara.

Kesimpulan mereka sepertinya rasial di sana tidak nampak apapun tentang kemungkinan yang meyakinkan masyarakat untuk tidak berkembang, walaupun dari suatu segi pandangan genetika, mereka mendasari suatu masalah tentang warisan yang mereka kembangkan .

Terdapat beberapa individu didalam grup atau kelompok yang sekornya tinggi (dan juga ada yang rendah) yang merupakan skala yang ekstrim, bagaimana cara membedakan kelompok-kelompok didalam menginterprestasikan skor IQ? Salah satu tradisi yang mempunyai ciri-ciri didalam memahami perbedaan yaitu dengan kebudayaan. Setelah itu kita mendiskusikan akan kenyataan tersebut untuk melihat perbedaan dari factor gen atau keturunan terhadap IQ.

KETURUNAN DAN IQ

Sebuah pertanyaan yang menjelaskan “kecerdasan” sangatlah abstrak, akan tetapi ada jawaban tentang ini, yaitu dengan meminta dan mencari berbagai pilihan yang berkaitan  tentang tingkatan kecerdasan, untuk menjawab pertanyaan ini, kita membutuhkan pencarian yang tersendiri akan pengaruh didalam bagian kejadian-kejadian dan bagian yang berlaku.Salah satu metode didalam menemukan atau menghubungkan fungsi-fungsi terdapat pada monozygotic (hubungan identitas) dizgotic (hubungan persaudaraan) dan kerelatifan  dengan derajat yang menjadi sebagian faktor genetic atau keturunan. Seperti anda bisa lihat, besar kemungkinannya pengaruh tersebut yaitu mengenai persamaan gen atau darah (keturunan).

Seperti yang bisa kita lihat, faktor kesamaan gen atau keturunan mempunyai pengaruh yang lebih besar, faktor IQ juga mempunyai pengaruh sama terhadap perkembangan di lingkungan yang mengungkapkan tentang persamaan yang lebih besar antara persamaan satu sama lainnya.

Hasil riset ini digunakan sebagai salah satu jenis pengukuran dalam menghitung warisan yang masuk akal. Salah satu pengukuran warisan yang mempunyai ciri tertentu, seperti kecerdasan, sebagai dasar dalam mengukur variabel didalam tes penskoran

Hasil riset ini sebagai jalan penemuan yang perspektif pada tes-tes kepada pelajar dimana- mana.

KREATIFITAS

Kreatifitas adalah kemampuan individu untuk menuangkan  ide.

Beberapahalyang berhubungan dengan kreatifitas

  • Ada hubungan antara Intelegensi dan kreativitas dengan syarat perlu diadakan pengujian.
  • Divergen thinking adalah kemampuan menciptakan solusi atau memecahkan masalah dengan cara  luar biasa.
  • Pengujiannya tes diberikan kesempatan untuk berfikir cepat dan fleksibel 
  • Responnya adalah  sejumlah idea yang berbeda
  • Unusualness adalah idea yang diberikan hanya kurang dari 50 % respon
  • Tingkat tertentu satu kecerdasan memberikan kesempatan untuk menjadi kreatif
  • Test deveregent thinking (berfikir divergen) berhubungan erat dengan test IQ
  • Seseorang dinyatakan kreatif atau tidak kreatif tergantung kepada jumlah penciptaan idea/produk misalnya gambar, puisi, cerpen, dll (salah satu pendapat)

Kreatifitas khusus atau pengecualian (Kegilaan)

  • Kreatifitas khusus (pengecualian) adalah sebuah tingkat kreatifitas tinggi pada satu area (dunia tertentu) misalnya Picasso untuk lukisan, Sigmund Freud untuk pysikologi,dll.
  • Kreatifitas khusus muncul pada situasi area yang terpetakan, beresiko tinggi, memerlukan keberanian, kondisi luar biasa yang semuanya dapat memotivasi proses penciptaan (creative) dengan muaranya ada pada diri individu untuk menghasilkan kepuasan.
    • Lebih jauh dari kreatifitas khusus biasanya dinyatakan sebagai kegilaan jiwa yang sakit untuk menciptakan atau
  • menjadikan ia maniak dalam penciptaan karya besar.

Pengujian Test

  • Tujuan utama pengujian secara psikologi untuk membuat hasil yang akurat, bebas dari kesalahan atau keputusan penguji.
  • Tujuan adalah pengukur seakurat mungkin tanpa ada pengaruh apapun dari sisi manusia dan lingkungannya misalnya Penguji, jenis kelamin, agama, ras dll.
  • Uji Intelegensi
    • Binet memulai di Perancis pada awal 1900an score berdasarkan usia tertentu untuk mengukur fungsi perkembangan.
    • Terman USA menciptakan skala Stanford Binet Intelegensi mempopulerkan konsep IQ
    • Whechler mendasains test intelegensi special untuk dewasa, anak dan akan prasekolah.
  • Teori Intelegensi
    • Analisa psikologi IQ menyatakan bahwa beberapa kemampuan dasar seperti kecerdasan, kecepatan dalam aspek kecerdasan sangat mendukung skor IQ
    • Konsep teori konteporer mengukur kecerdasan lebih luas dimana orang memecahkan masalah dengan mempertimbankan skill dan pandangan (pemikiran orang)
    • Stenberg membedakan analitikal, kreataive dan aspek praktik dan kecerdasan.

Disarikan dari : Orientasi Baru dalam Psikologi

Prof. Dr. Anisah Baslemen

TINGGALKAN KOMENTAR


four × = 4

Link

Link Banner
Link Banner
Link Banner
Link Banner
Link Banner