SEKILAS INFO
: - Monday, 21-10-2019
  • 3 bulan yang lalu / Segenap managemen SMA Negeri 8 Bekasi mengucapkan selamat kepada siswa-siswi yang telah ditetapkan masuk sebagai siswa-siswi baru SMAN 8 Bekasi tahun pelajaran 2019/2020. Gali dan tunjukkan prestasi Anda di sekolah.
  • 5 bulan yang lalu / Segenap civitas akademika SMA Negeri 8 Kota Bekasi mengucapkan “Selamat kepada putra-putri kelas XII IPA maupun IPS yang telah dinyatakan lulus untuk tahun pelajaran 2018/2019.” Semoga sukses menuju jenjang selanjutnya.
  • 10 bulan yang lalu / Selamat menikmati libur akhir semester. Semoga bisa lebih fresh dan bersemangat saat masuk beraktivitas lagi.

Degung adalah kumpulan alat musik dari sunda

Degung merupakan salah satu gamelan khas dan asli hasil kreativitas [[suku Sunda|masyarakat Sunda]]. Gamelan yang kini jumlahnya telah berkembang dengan pesat, diperkirakan awal perkembangannya sekitar akhir [[abad ke-18]]/awal [[abad ke-19]].

Masyarakat Sunda dengan latar belakang kerajaan yang terletak di hulu sungai, [[Galuh|kerajaan Galuh]] misalnya, memiliki pengaruh tersendiri terhadap kesenian degung, terutama lagu-lagunya yang yang banyak diwarnai kondisi sungai, di antaranya lagu ”Manintin”, ”Galatik Manggut”, ”Kintel Buluk”, dan ”Sang Bango”. Kebiasaan ”marak lauk” masyarakat Sunda selalu diringi dengan gamelan renteng dan berkembang ke gamelan degung.

Dugaan-dugaan masyarakat Sunda yang mengatakan bahwa degung merupakan musik kerajaan atau kadaleman dihubungkan pula dengan kirata basa, yaitu bahwa kata “degung” berasal dari kata “”ngadeg”” (berdiri) dan “”agung”” (megah) atau “”pangagung”” (menak; bangsawan), yang mengandung pengertian bahwa kesenian ini digunakan bagi kemegahan (keagungan) martabat bangsawan. E. Sutisna, salah seorang nayaga Degung Parahyangan, menghubungkan kata “degung” dikarenakan gamelan ini dulu hanya dimiliki oleh para pangagung (bupati). Dalam literatur istilah “degung” pertama kali muncul tahun [[1879]], yaitu dalam kamus susunan H.J. Oosting. Kata “”De gong”” (gamelan, [[bahasa Belanda]]) dalam kamus ini mengandung pengertian “penclon-penclon yang digantung”.

Gamelan yang usianya cukup tua selain yang ada di keraton Kasepuhan (gamelan Dengung) adalah gamelan degung Pangasih di [[Museum Prabu Geusan Ulun]], Sumedang. Gamelan ini merupakan peninggalan Pangeran Kusumadinata ([[Pangeran Kornel]]), bupati Sumedang ([[1791]]—[[1828]]).
2

 

1

 

3

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR


eight − = 4

Link

Link Banner
Link Banner
Link Banner
Link Banner
Link Banner